Showing posts with label cermin. Show all posts
Showing posts with label cermin. Show all posts

Sunday, August 27, 2017

PELAJARILAH AGAMA SEBELUM MATI


Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berkata, "Barangsiapa tidak mengenal Rabbnya —yakni sesembahannya (al-ma'bud)— tidak mengenal agamanya, dan Rasul-Nya yang telah Allah utus kepadanya di dunia dengan segenap dalil, kemudian dia tidak mengamalkannya, lalu dia ditanya tentangnya di dalam kuburan dan tidak mengetahui jawabannya; maka barangsiapa tidak mengetahui jawabannya di kuburan, malaikat akan memukulnya dengan tongkat besi yang seandainya bangsa jin dan manusia berkumpul atasnya niscaya mereka takkan sanggup mengangkat tongkat itu.

Dan barangsiapa yang mengenalnya dengan dalilnya, mengamalkannya di dunia, dan mati di atasnya, kemudian ditanya di dalam kubur dan menjawab dengan benar, maka sesungguhnya dia sebagaimana disebutkan di dalam hadits: "Sesungguhnya seorang hamba mukmin —atau orang yang yakin— apabila dia diletakkan di dalam kuburnya, lalu malaikat bertanya kepadanya mengenai Rabbnya, agamanya, dan Nabinya, kemudian dia menjawab, 'Rabbku adalah Allah, agamaku adalah Islam, dan Nabiku adalah Muhammad yang datang kepada kami dengan keterangan-keterangan dan petunjuk, lalu kami meresponsnya, membenarkannya, dan mengikutinya.' Maka dikatakan kepadanya, 'Beristirahatlah, wahai orang shalih. Kami sudah memahami bahwa engkau adalah orang beriman.'"

Dan keterangan paling agung yang dibawa oleh Rasul adalah Kitabullah (Al-Quran), sebagaimana Allah berfirman, "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar." (Al-Baqarah: 23)

Adapun orang munafik dan orang yang ragu, apabila dia ditanya tentang hal itu, dia menjawab, "Ah..ah..aku tidak tahu. Aku pernah mendengar manusia mengatakan sesuatu, maka aku pun mengatakannya." Maka malaikat pun menyiksanya. Maka berhati-hatilah dan waspadalah akan hal itu. Pelajarilah agama kalian sebelum mati.

(Ad-Durar As-Saniyyah fi Al-Ajwibah An-Najdiyyah)

☀️خلافة على منهاج ابنبوة☀️

Saturday, July 8, 2017

Menyingkap Topeng Salafi


Oleh : Sahlan Ahmad

Untuk mengupas siapa Salafi sebenernya, ada baiknya kita kembali ke dunia nyata. Karena berdebat teoritis dengan mereka, rasanya tidak ada ujung dan pangkalnya.

🔹Pertama, salafi berpendapat bahwa wajib taat kepada pemimpin muslimin, adil maupun zalim. Apapun bentuk negara dan konstitusinya. Selama masih shalat.

Baiklah, anggap kita sepakat dalam masalah ini.

Tapi apa yang terjadi di Mesir?
Ketika Mursi naik menjadi presiden dengan cara "damai". Artinya dia menjadi presiden dari pemilu bukan hasil pemberontakan. Tidak sekali pun ucapan selamat keluar dari bibir orang salafi utk Mursi. Sebagai tanda tunduk kepada seorang ulil amri yang baru.

Setahun kemudian, ketika jenderal Assisi melakukan kudeta militer berdarah. kemana salafi berpihak? Salafi malah bergabung dengan para pemberontak, dan mengeluarkan fatwa, bahwa halal menumpahkan darah demonstran pendukung Mursi.

Pertanyaannya, kenapa salafi tidak tunduk kepada "ulil amri" yang sah (Mursi) dan malah berpihak kepada pemberontak?

🔹Kedua, tidak boleh mengumumkan jihad tampa seijin imam. Konsekuensinya adalah mereka tidak mendukung jihad Palestina.

Anggap kita setuju dengan mereka dalam hal ini. Sekali lagi, anggap, anggap kita setuju dengan mereka. Mari kita lihat kenyataan yang terjadi.

Ketika Dammaj salah satu wilayah di Yaman, diserang oleh milisi Syiah, tiba tiba kelompok salafi mengumumkan jihad. Dan menyeru agar para pemuda datang membantu mereka. Selidik punya selidik, ternyata di salah satu sisi di wilayah Dammaj merupakan markasnya Salafi.  Sehingga sangat mungkin ini terjadi. Kemungkinan mereka terdesak, sehingga lupa dengan prinsip yang dipegang.

Ya Allah.... Mereka baru sehari diserang langsung berteriak jihad.... Jihad... Jihad. Padahal presiden Yaman Ali Abdullah Shaleh belum mengumumkan jihad?

🔹Ketiga, salafi selalu menjadi penghianat dalam perjuangan umat Islam.

Salah satu buktinya adalah ketika jihad Aljazair meletus, melawan penjajah Fasis Italia, muncul kelompok yang mengaku paling salaf, yang menfatwakan bahwa Umar Mukhtar dan pengikutnya adalah khawarij yang wajib diperangi. Sementara penjajah Italia adalah ulil amri yang harus ditaati.

🔹Keempat, salafi mengakui batas teritorial buatan penjajah. Konsekuensinya adalah umat islam wajib taat kepada ulil amri setempat.

Artinya umat Islam Indonesia wajib taat kepada ulil amri Made In Indonesia. Dan seterusnya.

Anggap kita setuju dengan mereka dalam masalah ini. Sekali lagi, anggap saja! Tapi kenapa mereka tidak mendukung jihad Imarah Afganistan?

Bukan kah pemimpin sah Imarah Afganistan adalah Taliban? Dan mereka mendeklarasikan jihad? Pertanyaannya, atas alasan apa mereka tidak mendukung jihad Afganistan?

Bukankah jihad di sana adalah hasil deklarasi ulil amri setempat, yaitu Taliban? Begitu pula dengan jihad Palestina. Kalau mereka konsisten, apa urusannya mereka mencela jihad Palestina?

Bukankah Mahmud Abbas, Presiden Palestina hari ini juga mendeklarasikan jihad. Artinya, jihad mereka mendapatkan legalitas dari ulil amri setempat.

Saya jadi curiga, jangan jangan ulil amri bukan lagi wilayah agama semata, tapi masalah politik dan kepentingan. Atau memang ulil amri mereka hanya penguasa Saudi?

🔸🔹🔸🔹

Friday, June 9, 2017

Berhati-hatilah Terhadap Ulama suu'

buah busuk

 قال العلامة ابن القيم – رحمه الله – :

” علماء السوء جلساء على أبواب الجنة , يدعون الناس بأقوالهم , ويدعونهم إلى النار بأفعالهم , لا تسمعوا منهم ؛ فلو كان ما دعوا إليه حقا كانوا أول المستجيبين له فهم في الصورة أدلاء وفي الحقيقة قطاع طرق ”

 [ الفوائد ص 61

 Berkata al-Allamah Ibnul Qayyim -rahimahullah-:

“Ulama su’ (jahat) duduk di depan pintu surga dan mengajak manusia untuk masuk ke dalamnya dengan ucapan dan seruan-seruan mereka. Tapi mereka mengajak manusia untuk masuk ke dalam neraka dengan perbuatan dan tindakannya. Ucapan mereka berkata kepada manusia: “Kemarilah! (lakukanlah ini)!” Sedangkan perbuatan mereka (seolah-olah) berkata, “Janganlah engkau dengarkan seruan mereka.” Seandainya seruan mereka itu benar, tentu mereka adalah orang yang pertama kali memenuhi seruan itu. Secara zahir mereka adalah penuntun jalan, tapi hakikatnya mereka adalah perampok jalan.”

 (Al-Fawaid/61)

Saudaraku,
Ibnul Qayyim -rahimahullah- pada zamannya telah melihat fenomena munculnya ulama su’ (buruk atau jahat), masa yang bertabur ulama yang pakar di bidang tafsir, hadits, akidah, fiqih dan ushulnya, tarikh dan yang senada dengan itu. Apalagi di zaman kita hidup sekarang ini, yang sangat sulit mencari tipe ulama seperti pada masa itu.

Jauh-jauh hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam telah mengabarkan akan munculnya ulama model ini, sebagaimana Hadits dari Hudzaifah -radhiyallahu ‘Anhu-

“…Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan ke dalamnya.”

Aku kembali bertanya; “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”

Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”.

Aku katakan; “Apa yang engkau perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”

Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”

Aku kembali berkata; “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”

Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran) “.(HR al-Bukhari)

Ulama su’ adalah peringkat ulama yang paling rendah martabatnya. Ia adalah seorang alim yang tidak mengamalkan ilmunya dan tidak mengajarkannya kepada manusia. Di samping itu, ia mengajak kepada kejahatan dan kesesatan. Ia menampilkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Ia menggambarkan kebatilan dengan lukisan kebenaran.

Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang zalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka. Atau ada juga yang melakukan itu karena sengaja menentang Allah dan Rasul-Nya demi menciptakan kerusakan di permukaan bumi ini. Mereka tidak lain adalah para pengikut setan durjana dan para wakil Dajjal Ankara murka.

Sahabat Hudzaifah  -radhiyallahu ‘Anhu- berkata:

:إِذَا رَأَيْتُمُ الْعَالِمَ بِبَابِ الْسُلْطَانِ فَاتَّهَمُوْا دِيْنَهُ، فَإِنَّهُمْ لاَ يَأْخُذُوْنَ مِنْ دُنْيَاهُمْ شَيْئاً أَخَذُوا مِنْ دِيْنِهِمْ ضِعْف

Jika kalian melihat seorang alim berada di pintu penguasa, maka tertuduhlah Diennya. Maka tidaklah mereka [para ulama’] mengambil sebagian dari dunia mereka [penguasa], kecuali pera penguasa tersebut akan mengambil dari Dien mereka [ ulama’] secara sebanding.

Copas Fb : Syafa Abdullah

Wednesday, July 27, 2016

MASIH_ADA_SALAFI_GENTLE_‬?


-------
ada ikhwan salafi tag aku ditiap postinganx seperti foto ini,aku lbh suka y demikian,ini lebih fair dan gentle daripada mereka yang tidak berhujah, bisanya main lapor mrengek pada mark yahudi agar akunku disuspend.
--
menanggapi foto ini,bukankah dulu waktu aku pernah ikut kajian salafi sang ustadz mengharamkan demokrasi? oh ya,pernah aku klarifikasi ternyata mereka darurat ikut pemilu demi "MASLAHAT"
--
Pertanyaanya ,adakah maslahat y lebih besar daripada tauhid? adakah mudharot y lebih besar dari syirik?
--
lalu jika penguasa masi menjabat,namun kalian kampanyekan orang2 untuk tidak memilih penguasa yang jadi ulil amrimu sekarang,bukankah itu termasuk pemberontak sebagaimana kalian ngecap HT ,IM sebagai pemberontak/khawarij/bughot?
--
maka benarlah pernyataan Sayyid Qutb (ulama panutan PKS),"jika orang musryk jaman dulu membuat berhala dari patung,maka orang skrg lbh parah yakni menjadikan "maslahat" sebagai berhala "
--
lucunya PKS tak mendengarkan ulama panutannya ini dengan masuk dalam syirik demokrasi dan ber justifikasi " darurot demi maslahat"
--
anehnya lagi, Salafi yang DULU bersih dari syirik Demokrasi mereka mengolok olok Sayyid qutb sebagai khawarij takfiri,padahal Sayyid Qutb memilih mati (meninggalkan berhala "maslahat") daripada harus berbuat syirik walau sedikit saja.
--
ketika saat detik2 hukuman mati Sayyid qutb diberi pilihan, antara meminta maaf pada penguasa atau mati,kemudian Sayyid Quthb berkata, “Jari telunjuk yang setiap hari memberi kesaksian tauhid kepada Allah saat shalat menolak menulis satu kata pengakuan untuk penguasa tiran. Jika saya dipenjara karena kebenaran, saya rela dengan hukum kebenaran. Jika saya dipenjara dengan kebatilan, pantang bagi saya minta belas kasih kepada kebatilan.”
--
maka sangat pilu melihat akhwat2 bercadar salafi kini ada y mencelupkan jarinya kedalam tinta pemilu ternoda oleh demokrasi...
--
gt aja mereka mengolok2 sayyid qutb (panutan PKS y tidak dianut)
--
"“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)... QS.Al Hujuurat 11
--
Wahai orang salafi dan pks ,apa kalian mau mencampur adukan antara Islam (tauhid) dengan demokrasi (syirik)?
apa kalian suka minum madu yang bercampur racun?
--
Dan janganlah mencampuradukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahui ” ( al-Baqarah : 42)
--
Maka kembalilah pada Islam tauhid y lurus...
Semoga Allah melapangkan dadaku dan dadamu untuk menerima kebenaran ini... aamiin
*jangan ramai ya? aku tinggal menjemput rezeki Allah Ar Rahman dahulu... :-)
--
"Maka tetaplah kamu (pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersama kamu (taubat dari syirik). Dan janganlah kalian melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kalian kerjakan [Hûd/11: 112]
By : AsySyamJundulloh

Sunday, July 24, 2016

Zakir Naik Sebut Islamic State (IS) Negara Anti Islam

Ulama top kelahiran India, Dr. Zakir Naik (50), menyebut bahwa Islamic State (Negara Islam/ISIS) merupakan gerakan negara anti-Islam, karena mereka membunuhi banyak orang.
“Saya menyebutnya ISIS adalah Negara Anti-Islam, sebab mereka telah memberikan arti yang salah tentang Islam. Jika seseorang membunuh umat Muslim di Gujarat misalnya, maka tidak dibenarkan Muslim membunuh umat Hindu yang tidak bersalah di Mumbai,” kata Zakir dalam sebuah wawancara dengan The Economic Times, seperti dilansir Indian Times pada Minggu (24/7).
Zakir membantah tuduhan Media India dan Bangladesh bahwa pengikutnya terlibat penyerangan aksi bom di kafe Dhaka yang menewaskan 22 orang oleh militan Islamic State (ISIS), yang mengakibatkan Peace TV miliknya diblokir oleh pemerintah Bangladesh.
Sumber: Indiatimes / The Economic Times

==============================================

Engkau bisa saja mempelajari dien selama 30 tahun, tapi jika aqidahmu keliru, engkau hanya akan seperti keledai yang membawa kitab di punggungmu! Sebaliknya, engkau bisa saja hanya hafal beberapa surah, jadi Muslim hanya beberapa bulan…tapi jika aqidahmu benar, engkaulah di antara ahlul Jannah in syā ALLAH Ta’ala.

Coba di renungkan,,!!!
Dr.Zakir Naik memberikan takfir kepada ISIS dalam lawatan beliau ke Malaysia baru-baru ini.Beliau berkata ISIS sepatutnya dipanggil anti Islamic State of Iraq & Syria karena mereka membunuh nyawa orang Islam yang tidak bersalah.
kira-kira umat islam yg manakah yg di bantai daulah?apakah syiah itu islam di matanya?
sebelumnya sy sangat mengagumi beliau krn sanggup menghapal banyak kitab milik orang kafir,tapi setelah beliau memberikan takfir kpd daulah padahal hanya daulah yg terbukti menolong umat islam dari pembantaian yg di lakukan kaum kafir,musyrik dan murtadin,hanya daulah yg konsisten menjalankan syariat islam secara kaffah,,sy mulai tersadar bahwa mungkin dia termasuk salah satu ulama yg di kabarkan oleh nabi akan muncul pada akhir zaman,ulama Su'u yg menyesatkan umat.
dari metode dakwahnya yg tdk perna di lakukan oleh para sahabat sy jadi teringat hadist nabi yg melarang umat islam mempelajari kitab suci nabi terdahulu setelah datangnya Al-qur'an yg di turunkan kepada rasulullah,selain krn al-qur'an telah sempurna juga krn tdk ada lagi kitab suci para nabi sebelum rasulullah yg masih orisinil.
jika ingin mendakwahi kaum kafir sebaiknya cukup dakwahi dgn menggunakan Al-qur'an,bacakan al-qur'an kepada mereka,perlihatkan mukjizat al-qur'an yg telah di buktikan sendiri oleh ilmuwan barat saat ini.insya Allah mereka mendapatkan hidayah jika Allah kehendaki.
apakah salah cara dakwahnya menghapal kitab orang kafir?padahal banyak yg menjadi mualaf krn dia.itu tergantung bagaimana kita menilai,,cuman yg harus kita ketahui sekali lagi,,ada hadist yg melarang mempelajari kitab agama lain dan juga yg perlu kita pikirkan,kenapa beliau mengajak orang untuk mendapatkan hidayah tapi beliau sendiri justru belum mendapatkan hidayah sehingga tdk bisa melihat kebenaran daulah dan malah memberikan takfir kepada daulah??padahal rasulullah memperingatkan,,kewajiban kita untuk membaiat seandainya muncul khalifah di zaman kita.jika mati tidak ada baiat di leher kita,matinya seperti mati jahiliyah (HR.Muslim)
sangat ironi,,beliau ibaratnya nelayan yg melaut berdua dgn saudara muslim hanya memakai sampan yg sangat kecil hanya cukup di naiki berdua.saat di tengah lautan ada seorang kafir yg akan tenggelam dan teriak meminta tolong,si nelayan menolong krn berniat nantinya akan membujuk si kafir masuk islam,tapi kejamnya dia malah sengaja menjatuhkan kelaut saudaranya yg muslim hingga mati tenggelam agar si kafir bisa naik ke atas perahu dgn selamat.jadi dia lebih utamakan keselamatan orang kafir di bandingkan saudaranya seiman.
kesimpulannya,,sekarang zamannya jihad berperang di jalan Allah,krn umat islam di zalimi,di bantai di seluruh dunia dan kewajiban kita utk menolong.saat ini lebih utama menolong umat islam yg di bantai kaum kafir daripada sibuk buang-buang waktu hanya untuk memikirkan bagaimana caranya berdakwah agar orang kafir bisa memeluk islam.ingat,,kita berada di fase akhir zaman,banyak hadist sohih yg mengabarkan tinggal sedikit lagi kemunculan imam mahdi.apakah kita tdk perna membaca hadist ttg nubuwah akhir zaman??,,apakah kita tdk pernah berpikir kenapa imam mahdi saat muncul tidak berdakwah lagi??,,kenapa imam mahdi muncul langsung mengangkat senjata memerangi jazirah arab,persia dan rum?,,sekali lagi coba di renungkan,,,!!!
Diposkan oleh RIBATH di 06.56 Tidak ada komentar

Friday, July 22, 2016

Sejahterakan Rakyat atau Tegakkan Syariat Lebih Dahulu?


---------------------
Ada orang2 y dipanggil ustadz y mana mereka mengatakan bahwa negara harus mensejahterakan rakyat dulu sebelum menegakan syariat,benerkah demikian?
--
sesungguhnya statement itu berasal dari org y kena al wahn ,y mana kehidupan dunia lebih ia cintai daripada akherat. tak hanya terkena hadist orang2 ini jg trkena ayat
--
"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai" QS.Ar.Rum;7
--
Seolah2 urusan perut rakyat lebih penting daripada urusan agama rakyat,ini sama saja menggemukan manusia untuk menjadi bahan bakar api neraka. padahal andai rakyat kaya raya,itu tak bisa menyelamakan diri mereka dr neraka
--
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang di antara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak itu). Bagi mereka itulah siksa yang pedihdan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong. (Q.S. Ali ‘Imran: 91)
--
Apa solusinya? Negara wajib memberlakukan syariat Islam hingga suka tidak suka rakyat menjadi bertaqwa,sedang taqwa mendatangkan kesejahteraan. dan justru tidak diterapkannya syariat islam membuat kesejahteraan dicabut diganti siksaan
--
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapimereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." QS.Al Araf 96
--
*afwan slow respon dlm membalas pesan/komentar,saya org biasa y pnx keluarga,sedang suami itu tak hanya berkewajiban mencari nafkah,tp jg mengurus urusan dalam rumah seperti masak dsb,blm lg urusan dluar rumah,jd tak slalu bs pegang hp. asif

Saturday, February 20, 2016

"Oohh…KAPANKAH KHILAFAHKU KAN DATANG…??"

Disaat Khilafah Dawla Islamiyyah terus bergerak melebarkan wilayahnya untuk menegakan kalimat TAUHID, agar hanya ALLOH sajalah yang di ibadahi oleh manusia bukan selain-NYA

Masih ada sebagian “kelompok Islam”, Cendekiawan & para pecundang lainnya menunggu seperti ini….

“Oohh…KAPANKAH KHILAFAHKU KAN DATANG…??”

ya tunggulah sampai ajal menjemputmu, jika khilafah yang kau tunggu harus sesuai dengan seleramu… atau harus dari kelompokmu… atau harus sesuai dengan fatwa-fatwa para ulama penjilat thaghut mu itu…

Ingatlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Barangsiapa mati sedangkan di lehernya tidak ada bai’at, maka dia mati dengan kematian ala jahiliyyah,” (Riwayat Muslim dari hadits Abdullah Ibnu Umar).

Karena kedengkian mu yang kronis… KEBENARAN dipelupuk mata tidak kau lihat….

Waktumu habis mencari-cari aib kesalahan Daulah Islamiyyah yang ironisnya fitnah-fitnah tersebut kau ambil dari musuh-musuh Islam.

Ratusan fitnah sudah dituduhkan kepada Daulah Islamiyyah agar umat Islam menjauh dan membenci Daulah Islamiyyah dan ratusan fitnah itupun sudah TERBANTAHKAN dengan bukti-bukti nyata…

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” [At Taubah: 32-33],

Tidaklah susah sebenarnya jika kau serius ingin mencari tahu bahwa Daulah Islamiyyah telah menerapkan hukum-hukum Alloh secara kaffah, dimana kaum muslimin yang berada di wilayah kekuasaan Daulah Islamiyyah bisa SEPENUHNYA menerapkan ajaran ISLAM yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tentunya tidak seperti di negeri kafir yang landasan hukum negaranya ialah hukum buatan manusia, dimana Hukum-hukum Alloh Ta’ala dipilih-pilih sesuai dengan selera hawa nafsunya, na’udzubillahimindzalik..

Banyak-banyaklah berdo’a :

Allahumma arinal-haqqa haqqan warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi rahmatika ya arhamar-rahimiin.

Artinya : Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya

Semoga menjadi renungan… Mudah-mudahan tidak adalagi yang berkata : KAPANKAH KHILAFAHKU KAN DATANG…??

Allohu’alam bishowab
Ibrahim/KDI

Kepada Yang Mengaku Dirinya Salafy

Wahai kaum yang menisbatkan dirinya dengan para salafus shalih, mengikuti jejak mereka, serta menghidupkan sunnah saat kebanyakan orang menghidupkan bid’ah. Pengikut dari Ulama-ulama besar seperti Imam Ahmad bin hanbal, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim Aljauziyyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, dan seterusnya. Kalianlah yang menamakan dirinya sebagai “Muwahiddun”, yaitu orang-orang yang sangat tegas dalam bertauhid.

Sungguh Khilafah telah ditegakkan oleh Muwahiddun di bumi Irak dan syam yang diberkahi. Khilafah ini didirikan tidak lain oleh pengikut Ulama-ulama besar seperti Imam Ahmad bin hanbal, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qoyyim Aljauziyyah, Muhammad bin Abdul Wahhab, dan seterusnya. Mereka bermanhajkan dengan manhaj salaf dan berakidah dengan akidah ahlusunnah wal jamaah. Sunnguh hampir tidaka ada perbedaan kalian dan Daulah Islam, kecuali hanya perbedaan yang dibuat-buat.

Sebagian Syeikhmu mengatakan bahwa Daulah Islam adalah khawarij, sebagian lagi mengatakannya sebagai kafir yang lebih kafir dari yahudi dan nashrani, sebagian lagi memilih diam dan tidak bersikap (tawaquf) karena khawatir salah dalam bersikap. Pembahasan mengenai apakah Daulah Islam ini adalah khawarij atau tidak, sudah dibahas di bab sebelumnya. Sangat terang sekali bahwa Daulah Islam bukan khawarij, melainkan ahlusunnah waljamaah. Lalu mengapa engkau urung mendukungnya?

Sesungguhnya penolakanmu tidak lain disebabkan oleh menuruti para Ulama penguasa yang menjilat kaki Raja Saudi. Ketahuilah, meskipun dia adalah pelayan tanah suci, namun lihatlah betapa mesranya dia dengan pembunuh umat islam. Lihatlah sikapnya terhadap Bush, Obama dan Putin? Sangat lembut dan bahkan memberi mereka medali penghargaan. Lihatlah sikapnya saat AS hendak menjajah Irak, dia justru menyediakan pangkalan udara sebagai transit pesawat tempur AS dalam membunuh lebih dari satu juta muslim di Irak. Sementara bagaimana sikap beliau terhadap Daulah Islam? Beliau justru malah bergabung dengan koalisi negara-negara barat dalam menyerang Daulah Islam sehingga membunuh banyak kaum muslimin termasuk wanita dan anak-anak? Bukankah koalisi itu adalah untuk meneguhkan pemerintahan Irak yang syiah? Apakah seperti ini Amirul Mukminin?!

Seandainya kalian bisa lebih adil dalam memandang antara Arab Saudi dan Daulah Islam, engkau akan dapati Daulah Islam jauh lebih merepresentasikan manhaj salaf daripada Saudi. Jika alasanmu adalah karena Daulah Islam memberontak terhadap Ulil Amri yang sah, maka apakah Nuri Almaliki dan Bashar Assad adalah Ulil Amri yang sah? Bukankah mereka tak lain adalah dua ekor syiah yang kalian laknat? Penulis pernah bertanya kepada salah seorang ikhwan kalian, bagaimana hukum memberontak terhadap penguasa syiah, beliau dengan tegas membolehkan hal itu karena syiah bukan muslim!

Namun jika kalian tetap memaksa bahwa siapapun pemimpin di suatu negri, maka dialah Ulil Amri, penulis ingin bertanya, siapa Ulil Amri di wilayah dari Aleppo hingga Diyala? Siapa yang berkuasa disana? Urusan rakyatnya diatur oleh siapa? Jawabannya tiada lain adalah: Daulah Islam. Sungguh aneh jika kalian menganggap penguasa syiah sebagai penguasa yang sah, sementara Daulah Islam tidak kalian anggap sah. Apakah karena Daulah Islam mendapatkan kekuasaan dengan cara kekerasan sehingga membuatnya tidak sah? Lalu tahukah engkau bagaimana Ibnu Suud mendapatkan kekuasaan di hijaz yang kemudian dinamakan Arab Saudi itu? Ibnu Suud juga merebutnya dengan kekerasan, hanya bedanya Ibnu Suud merebut kekuasaan dari Khilafah Utsmaniyyah, sementara Daulah Islamiyyah merebut kekuasaan dari Amerika Serikat dan penguasa boneka syiah. Lihatlah dengan jernih, siapa yang lebih pantas kita dukung?!