Showing posts with label musyrik. Show all posts
Showing posts with label musyrik. Show all posts

Tuesday, May 29, 2018

Syubhat Abdul Qadir Jawaz!


Berdakwah harus dari bawah, bukan dengan menghasung rakyat kudeta Penguasa.
Lihat dakwah Musa, Ibrahim, Muhammad!
Apa disuruh menurunkan penguasa?

Jawaban:
Benar wahai keledai, Rasulullah tidak menyuruh umat Islam mengkudeta Herkules dari kekuasaannya, dia mengirim delegasi, dan surat Untuk menawarkan Islam kepadanya, jika menolak maka dengan jizyah, jika menolak maka dengan Perang!
Tahapan mana yang telah kamu lalui dari tahapan syar'i ini?
Pernahkah Rasulullah berdakwah kemudian meninggalkan jihad?
Benar wahai keledai, Ibrahim tidak menghasung Rakyat mengkudeta Namrud, namun Ibrahim tidak diam ketika berhala itu disembah selain Allah, Ibrahim berdebat hingga membungkam sang raja yang mengaku tuhan selain Allah, yang akhirnya mengakibatkannya dibakar dalam api.
Tahapan Ibrahim mana yang telah engkau lalui wahai keledai?
Engkau mendatangi si najis jokowi, engkau mendebatnya? Engkau bungkam dia dengan dalil syar'i tentang batilnya hukum buatan?
Benar wahai keledai, Musa tidak mengkudeta Fir'aun, benar wahai keledai, Musa dan Harun pergi kepada fir'aun dan bertutur kata dengan lembut, lemah lembut yang tidak menentang aqidah, lemah lembut yang tidak menjual ayat Allah, lemah lembut yang tetap menentang kecongkakan firaun, sehingga akhirnya Musa dan Kaumnya dikejar oleh Firaun dan bala temtaranya hingga terpojok di pinggir lautan, dan akhirnya Allah menampakkan mukjizatNya dengan membelah lautan, dan menenggelamkan firaun dalam lautan serta bala tentaranya.
Manhaj Musa yang mana yang telah kamu lalui wahai keledai Murjiah?
Sungguh aku mampu atas izin Allah saja untuk membantahmu dengan video durasi berjam-jam, namun semua itu hanya akan menambah kemunafikanmu, yang menyembunyikan sebagian besar ilmu dan menampakkan sebagian kecilnya.
Maka cukuplah sambil berbaring aku tulis risalah singkat ini untuk membongkar puluhan menit durasi kedunguanmu.

Tuesday, June 6, 2017

15 Ciri Aliran Syi'ah di Indonesia

racun
15 CIRI CIRI ALIRAN SEKTE SYIAH YANG MEREBAK DI INDONESIA
_____________________________________🍃🍃..
.
• Menurut Syaikh Mamduh Farhan Al-Buhairi di Majalah Islam Internasional Qiblati, ciri-ciri pengikut Syi’ah sangat mudah dikenali, kita dapat memperhatikan sejumlah cirri-ciri berikut:
________________

1. Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang Arab hanya saja warnanya hitam.

2. Tidak shalat jum’at. Meskipun shalat jum’at bersama jama’ah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empat raka’at, karena pengikut Syi’ah tidak meyakini keabsahan shalat jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.

3. Pengikut Syi’ah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.

4. Pengikut Syi’ah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja.

5. Mayoritas pengikut Syi’ah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/tanah (dari Karbala – redaksi) yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak didekat orang lain.

6. Jika Anda perhatikan caranya berwudhu maka Anda akan dapati bahwa wudhunya sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.

7. Anda tidak akan mendapatkan penganut Syi’ah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlus Sunnah.

8. Anda juga akan melihat penganut Syi’ah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husain radhiyallahu anhum.

9. Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.

10. Pada bulan Ramadhan penganut Syi’ah tidak langsung berbuka puasa setelah Adzan maghrib; dalam hal ini Syi’ah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah nampak di langit, dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. (mereka juga tidak shalat tarwih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah)

11. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak benar.

12. Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syi’ah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.

13. Orang Syi’ah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut.

14. Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syi’ah. Oleh sebab itu Anda akan dapati;

15. Orang-orang Syi’ah getol mendakwahi orang-orang tua yang memiliki anak putri, dengan harapan anak putrinya juga ikut menganut Syi’ah sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan sepengetahuan ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang menerima agama Syi’ah, maka para pengikut Syi’ah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berhasil meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syi’ah menjerat mereka bergabung dengan agama Syi’ah.
.
__________
🌏 @TSAQOFAH_ISLAMIYAH

Sunday, February 21, 2016

Salafi pengkhianat generasi Salaf.

salafy rodja
Yahya Badrussalam Al Kadzab
Generasi salaf dahulu memandang khawarij adalah faham pemberontakan terhadap syariat Islam, penghalal darah kaum muslimin, pengkafir pelaku dosa besar.
Namun realita dewasa ini julukan yg keji ini justru dimanipulasi oleh sebagian kelompok untuk kepentingan tertentu guna menjatuhkan vonis kubu yg menentangnya.

Akar permasalahan ada pada tahkim syariat, jika kubu yg menvonis lawannya telah menerapkan syariat Islam mk bs dibenarkan jika tuduhannya terhadap lawannya, namun jk sang penuduh belum dan tidak menjadikan syariat sbg panglima mk sungguh tuduhannya hanya akan kembali pd dirinya.
Karena hakikat khawarij adalah penggugatan terhadap syariat, bukan hy memberontak penguasa. Jika penguasa menjadikan syariat sbg sumber hukum dan meninggalkan hukum jahiliyah, kemudian ada kubu yg memberontak mk bs dikatakan khawarij. Namun jika pemimpin justru menolak hukum syariat kemudian menjadikan hukum jahiliyah berkuasa sehingga membuat sebuah kelompok mengkudeta,mk sejatinya khawarij adalah sang penguasa tersebut krn tlh mengkudeta syariat Islam.
Ijama' kaum salaf ttg wajibnya memerangi siapa sj yg mengganti syariat dg hukum buatan wlpn didalamnya ada beberapa hukum yg diambil dr Islam.
Hal ini telah dijelaskan oleh ulama sekelas Syaikul Islam ibnu taimiyah serta murid beliau ahli tafsir Ibnu Katsir ketika menjelasakan hukum yg diterapkan oleh Tatar yg dipimpin oleh jengis khan.

Seharusnya kaum salafi lebih mempertimbangkan untuk mengikuti kaum salaf daripada harus mendayung di telaga hitam syubhat bodoh ini.

Khawarij adalah mereka yg menggugat syariat dan pembawa syariat. Bukan semata kelompok yg memberontak penguasa.

Friday, February 12, 2016

Mengapa Polisi Diincar?

Mengapa Polisi Diincar

SYAR’I KHILAFAH DAWLAH ISLAMIYAH (KDI) MEDIA
ABU HURAIRAH AL-HADHRAMI

الذين آمنوا يقاتلون في سبيل الله والذين كفروا يقاتلون في سبيل الطاغوت فقاتلوا أولياء الشيطان إن كيد الشيطان كان ضعيفا

“Orang-orang beriman berperang di jalan Allah dan orang-orang kafir berperang di jalan thoghut, maka perangilah wali-wali syaithan itu sesungguhnya tipu daya syaithan itu lemah” [Q.S An-Nisa :76]
Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Perkasa. Shalawat dan salam kepada nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Kejadian heroik baru-baru ini memang mengguncang publik internasional. Terutama nasional. Tidak sedikit yang mencibir, bahkan dari mereka yang mengaku Islam pun yang tidak tahu menahu hakekat yang terjadi sebenarnya, yang dirinya tak diteror tapi ikut-ikutan mengutuk.
Yang parahnya lagi, dengan seenak nafsunya melabeli anshor thoghut itu sebagai orang yang gugur syahid di jalan Allah. Demi Allah, ini sangat menjijikkan.
Jihad dan gelar syahid yang agung disematkan kepada orang yang hidupnya dipersembahkan untuk MENOLAK SYARI’AT ALLAH untuk menjadi hukum negara di muka bumi ini dan itu merupakan kekafiran dan kesyirikan.
Inilah tujuan AGUNG Jihad. Dari Abu Musa Al-Asy’ary berkata :
“Seorang badui datang kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya : wahai Rosulullah seseorang berperang untuk mendapatkan ghonimah, seseorang berperang untuk disebut sebagai pemberani (pahlawan) dan seseorang berperang agar dilihat kedudukannya (pangkatnya), siapa yang di jalan Allah. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab “Siapa yang berperang untuk meninggikan kalimat Allah maka dialah fi sabilillah”[H.R Muslim]
Dalam riwayat lain redaksinya wa yuqotil hamiyyatan, Imam Nawawi mensyarah kata ini :

 الأنفة والغيرة والمحاماة عن عشيرته

ia berperang karena membela sentimen suku bangsanya
Allah Ta’ala berfirman :

وقاتلوهم حتى لا تكون فتنة ويكون الدين كله لله فإن انتهوا فإن الله بما يعملون بصير

“Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah dan ketataatan sepenuhnya hanya kepada Allah, jika mereka berhenti maka sesungguhnya Allah Melihat apa yang mereka kerjakan” [Q.S Al-Anfaal : 39]
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, Abul ‘Aliyah, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashry, Qatadah, Anas, Zaid bin Aslam dan Muqatil bin Hayyan mengatakan bahwa tafsir fitnah disitu adalah SYIRIK. Jadi jihad berperang itu untuk menghilangkan SYIRIK. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Umar bahwa pada dahulu para sahabat berperang agar lenyapnya syirik dan khawarij berperang agar timbul fitnah karena musuh Islam bisa menikam Negara Islam dari belakang hingga mereka menguasai muslimin. Nah sekarang apakah polisi itu berperang untuk menegakkan kalimat Allah dan agar Syari’at Islam tegak?
Allah Ta’ala berfirman:

أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka inginkan dan siapakah hukumnya paling baik dari hukum Allah bagi orang-orang yakin” [Q.S Al-Maidah : 50]
Imam Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat ini :

ينكر تعالى على من خرج عن حكم الله المحكم المشتمل على كل خير ، الناهي عن كل شر وعدل إلى ما سواه من الآراء والأهواء والاصطلاحات ، التي وضعها الرجال بلا مستند من شريعة الله ، كما كان أهل الجاهلية يحكمون به من الضلالات والجهالات ، مما يضعونها بآرائهم وأهوائهم ، وكما يحكم به التتار من السياسات الملكية المأخوذة عن ملكهم جنكزخان الذي وضع لهم اليساق وهو عبارة عن كتاب مجموع من أحكام قد اقتبسها عن شرائع شتى ، من اليهودية والنصرانية والملة الإسلامية ، وفيها كثير من الأحكام أخذها من مجرد نظره وهواه ، فصارت في بنيه شرعا متبعا ، يقدمونها على الحكم بكتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم . ومن فعل ذلك منهم فهو كافر يجب قتاله ، حتى يرجع إلى حكم الله ورسوله [ صلى الله عليه وسلم ] فلا يحكم سواه في قليل ولا كثير

Melalui ayat ini, Allah SWT mengingkari perbuatan orang-orang yang keluar dari hukum Allah yang muhkam lagi mencakup semua kebaikan, melarang semua perbuatan jahat, lalu mereka memilih pendapat-pendapat yang lain dan kecenderungan-kecenderungannya serta peristilahan yang dibuat oleh kaum lelaki tanpa sandaran dari syari’at Allah. Orang’orang jahiliyah memutuskan perkara mereka dengan kesesatan dan kebodohan yang mereka buat-buat sendiri oleh pendapat dan keinginan (hawa nafsu) mereka. Dan juga sama dengan hukum yang dipakai oleh bangsa Tartar berupa undang-undang kerajaan yang diambil dari raja mereka, yaitu Jengis Khan; yang membuat Al-Yasiq untuk mereka yaitu Undang-undang ini terangkum di dalam suatu kitab yang di dalamnya memuat semua hukum-hukum yang dipetik dari berbagai macam syariat, dari agama Yahudi, Nasrani, dan agama Islam serta lain-lainnya. Di dalamnya banyak terdapat undang-undang yang ditetapkan hanya berdasarkan pandangan dan keinginan Jengis Khan sendiri, kemudian hal tersebut di kalangan keturunannya menjadi peraturan yang diikuti dan lebih diprioritaskan atas hukum Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Barangsiapa melakukan hal tersebut (membuat undang-undang menurut pandangan/pendapat/hawa nafsu) dari kalangan mereka, maka ia kafir wajib diperangi hingga dia kembali kepada hukum Allah dan Rasul-Nya, karena tiada hukum kecuali hukum-Nya baik dalam perkara kecil maupun besar.
Lihat, undang-undang yang dibuat oleh orang-orang berdasarkan pandangannya tanpa bersandar kepada Kitabullah dan Sunnah, maka itu merupakan undang-undang jahiliyah dan thoghut yang harus dijauhi. Maka, bagaimanakah orang yang berperang untuk mempertahankan undang-undang thoghut itu disebut SYAHID sedangkan ALLAH memvonis kafir orang yang berperang di jalan thoghut. Amat buruklah apa yang kalian putuskan.
Allah Ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya” [Q.S An-Nisa : 60]
Allah menafikan iman dari diri orang yang INGIN berhukum kepada thoghut. Bagaimana hal dengan orang yang membela mati-matian thoghut dan undang-undang thoghut serta menolak Syari’at Allah???!!! Malulah kalian kepada Allah ketika kalian menulis hastag #KamiTidakTakut dan sok mengatakan kami hanya takut kepada Allah namun men-justis orang yang membela undang-undang thoghut sebagai SYAHID??? Hasbunallah ‘alaikum.
Ataukah di hati kalian memang sudah dipenuhi dengan kemunafiqan ala Ibnu Salul yang hanya melakukan pembelaan “SEMU” kepada Islam namun pada hakekatnya mereka berbuat kerusakan dengan berhukum dengan undang-undang thoghut.

KEJAHATAN-KEJAHATAN POLRI & MEREKA MENDESAK ANSHOR DAULAH UNTUK BERBUAT

Bukan cuma sekedar menentang Syari’at Allah dan membela syari’at thoghut, kesatuan anshor thoghut ini juga memiliki sederet kejahatan terhadap umat Islam, terutama detasemen khusus kesatuan ini.
Di mana mereka menembaki orang yang sedang sholat, membantai muslimin, mendiamkan teroris salibis Tolikara yang membakar habis masjid dan rumah serta membunuh muslimin, menghadang umat Islam di Sulawesi Barat untuk membantu saudaranya yang dibunuh oleh salibis Tobadak, membantai muslimin dengan keji di pesantren tanah runtuh tahun 2007, menabrak dua remaja muslim yang mau ke masjid dan memukuli mereka berdua hingga babak-belur, menangkap seorang muslim dan menjadikan daging kurban sebagai barang bukti, dan sederet lagi salah tangkap serta penjualan orang tubuh muslim.
Itulah sederet kejahatan mereka di samping kejahatan super besar mereka yaitu MENENTANG ALLAH. Orang yang makan riba saja itu Allah sebut sebagai NGAJAK PERANG ALLAH, apalagi orang yang MENOLAK SYARI’AT ALLAH SECARA KESELURUHAN untuk dibumikan di nusantara ini. Ingatlah sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini :

إن الله ليملي للظالم حتى إذا أخذه لم يفلته

“Sesungguhnya Allah menangguhkan orang orang zhalim, hingga seketika Allah mengazabnya, maka IA tidak menyisakkannya” [Muttafaqun ‘Alaih]
Allah memang menangguhkan, namun Allah tetaplah mengawasi. Allah tidaklah lalai. Mereka terus berbuat kejahatan, mereka terus berbuat kerusakan, mereka terus menteror muwahhidin, mereka terus bersenang-senang dengan order tuan mereka Australia dan Amerika. Namun semua itu bukan suatu kemuliaan dan kehebatan. Memang Allah biarkan. Tapi seketika jika Allah adzab mereka, Allah tak akan menyisakkan kesembongan mereka. LULUH LANTAK SEMUA.
Ingatlah ketika di Irak, ketika tentara Amerika dan syiah rafidhah antek Irak membantai ahlussunnah, menindas ahlussunnah. Malah muncul shahawat bikin negara Teluk yang didukung AS. Ketika Daulah Islam Irak Allah jayakan, maka ketika Allah takdirkan kemunculan ISIS, orang-orang yang tadinya angkuh berakhir di kemiringan pisau-pisau mujahidin yang tajam. Kepala-kepala mereka yang mereka tegakkan dengan sombong menentang syari’at Allah dan menindas ahlussunnah, seketika PUTUS. Orang-orang murtad pun dibakar sebagaimana Abu Bakar Ash-Shiddiq membakar orang-orang murtad. Setiap dari orang-orang zalim lagi murtad dihantui rasa ketakutan dan berharap agar mereka tidak ditangkap oleh pasukan Islamic State.
Ini hanyalah teguran Allah awal. Yakinlah bahwa Allah ‘Azza wa Jalla akan selanjutnya memberikan teguran-teguran yang lebih dahsyat.
Dan karena mereka pula menghadang ribuan muhajirin yang ingin berhijrah, ditambah dengan sedegeret kezaliman mereka, mereka menghalangi hamba Allah melaksanakan kewajiban hijrah ke Negara Islam, maka mereka telah mendesak par ikhwah muwahhidin untuk melakukan perlawanan. Mereka memaksa agar muwahhidin melakukan aksi hingga Allah pun akan membalas kezaliman-kezaliman yang mereka perbuat.
WALLAHU GHALIBUN ‘ALA AMRIHI WALAKINNA AKTSARONNASI LA YA’LAMUN